KORBAN SELAMAT INSIDEN PRAMUKA SLEMAN MENGUNGKAP FAKTA KEJADIAN YANG SEBENARNYA

SELAMAT DATANG DI INFOKEMENDIKBUD_Dunia pendidikan kembali berduka. Musibah seperti tak ada habisnya dan kondisi ini semakin membuat ujaran penuh hiruk pikuk. Setelah ramai dengan peristiwa perundungan dan bullying, hari ini kembali mendapat cobaan dengan kegiatan pramuka yang berakhir maut.

Tanpa bermaksud menggoreng kejadian ini, namun tak pelak, tanpa saya menuliskannya, akan menjadi kabar buruk yang akan mempengaruhi citra sekolah dan lingkungannya.

Sejatinya, tak ada satupun manusia yang mengharapkan musibah, secanggih apapun antisipasi yang sudah dilakukan, pada akhirnya hanya sang penciptalah yang akan menentukan. Sebagai manusia hanya bisa ikhtiar dengan keilmuan yang dimiliki.

kegiatan Pramuka bertajuk susur kali yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Yogyakarta, dengan diikuti oleh 256 siswa memakan korban. Dari data terakhir yang dihimpun sudah ditemukan 6 korban meninggal, 30 orang dirawat di Puskesmas Turi dan Puri Husada dan 210 lainnya sudah melapor kembali ke sekolah.


“Terakhir korban yang dievakuasi pukul 19.40 WIB, ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, di bawah jembatan (Lembah Sempor)," .

Hingga pukul 19.00 Wib, masih belum diketahui nasib 5 orang siswa yang raib, sementara Tim SAR gabungan terus berusaha mencari keberadaannya, beberapa pihak sedang mensinkronkan data, apakah sudah kembali ke rumah dijemput orangtua atau masih berada di sungai.

Dalam laman jogja.suara.com (2020/02/21), seorang korban selamat dalam insiden ini mengungkapkan kronologi kejadian yang melanda, Bakir siswa kelas 8C itu, menceritakan bahwa air sungai mendadak datang dengan derasnya di tengah kegiatan pada antara pukul 15.00 dan 15.30 WIB. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 14.30.

"Airnya awalnya enggak deras, biasa aja, lalu tiba-tiba saya rasa deras. Air tiba-tiba datang begitu saja dari atas, terus posisi saya pas di pinggir, ada jalan naiknya, terus semua saya suruh naik ke permukaan,"

Bakir pun meminta teman-temannya untuk menjauh dari air sungai, lalu sempat menolong teman-temannya yang kesulitan untuk naik ke permukaan.

Untuk menolong anak perempuan di depannya, ia meminta yang lain memberi jalan supaya mereka bisa naik, namun ada juga yang hanyut

Ia sendiri mengaku sudah izin orang tua untuk mengikuti kegiatan ini. Selain itu, ia menyebutkan, dalam kegiatan susur sungai, peserta dibagi per kelas, dan setiap dua regu dipimpin satu dewan penggalang (DP), detailnya terdiri dari 127 siswa kelas VII dan 129 siswa kelas VIII.

Sayangnya, ternyata kegiatan Susur sungai yang dilakukan dengan cara berbaris menyusuri sungai ini tanpa dilengkapi dengan tali atau apa pun.

Berangkat dari fakta yang terjadi, lalu berupaya untuk mengambil pelajaran dari apa yang seharusnya dilakukan, belajar dari banyak pengalaman ketika melakukan kegiatan petualangan di alam bebas, harusnya dilakukan dengan penuh perhitungan dan persiapan yang matang, belum ada konfirmasi dari pihak sekolah terkait persiapanya

Urgensinya, hal itu ditujukan untuk perlindungan dari berbagai ancaman guna menjaga kelangsungan hidupnya.

Seseorang yang melakukan kegiatan survival, yang dalam pelaksanaannya dapat dilakukan sendirian (tunggal) dan juga secara berkelompok (tim), hal penting yang wajib dipahami adalah tentang kesulitan yang akan ditemui di lapangan yaitu keadaan alam (cuaca dan medan), keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), dan keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) (Pramuka dan Kopi, 2020)

Beberapa hal sebaiknya menjadi tahapan kegiatan adalah persiapan, penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya, persiapan peralatan dan perbekalan, survey lokasi, izin orangtua peserta, izin tempat, panitia/staf pelaksana; kesiapan mental fisik, dan ketrampilan, pelaksanaan, pengamanan

Sebaiknya materi survival, yang cenderung beresiko disampaikan untuk anggota didik golongan penegak, pandega dan anggota dewasa.
loading...

0 Response to "KORBAN SELAMAT INSIDEN PRAMUKA SLEMAN MENGUNGKAP FAKTA KEJADIAN YANG SEBENARNYA"

Post a comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel